BAJU DAYAK: ANALISIS ESTETIKA DAN FUNGSIONALITAS BAJU DAYAK BERBAHAN PLASTIK HITAM SEBAGAI KARYA KREATIF KONTEMPORER DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN MAHASISWA PGMI
Keywords:
Baju Dayak, Analisis Estetika, Fungsionalitas, Karya Kreatif, Mutu PembelajaranAbstract
Baju Dayak berbahan plastik hitam sebagai karya seni kontemporer yang memadukan unsur tradisi dan inovasi material. Baju Dayak tradisional umumnya dibuat dari kulit kayu (kulit tapa), manik-manik, atau kain tenun. Namun penggunaan plastik sebagai material alternatif menghadirkan perspektif baru dalam kreativitas budaya, keberlanjutan lingkungan, serta pendidikan seni. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis aspek estetika dan fungsionalitas dari baju Dayak yang dibuat dengan bahan plastik hitam sebagai karya kreatif kontemporer, serta mengkaji peranannya dalam meningkatkan mutu pembelajaran mahasiswa PGMI. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi makna budaya, nilai estetika, serta fungsi praktis dari karya tersebut melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan plastik hitam sebagai inovasi dalam karya budaya Dayak mampu menyampaikan pesan estetika dan simbolisme tertentu, sekaligus memberikan fungsi praktis yang relevan dengan konteks pembelajaran kreatif dan inovatif. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa PGMI tentang keberagaman karya seni budaya lokal yang dikembangkan secara kontemporer, serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang berorientasi pada inovasi dan apresiasi terhadap budaya lokal.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Meilia Prehartanti, Erawati Erawati, Zulfah Nurjihan Sidik, Emma Ikke Balqis Sarmili

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











